KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (Unmuh Kendari) melalui Unit Aset dan Kekayaan terus melakukan langkah strategis guna meningkatkan kualitas pengelolaan aset kampus sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu institusional. Komitmen ini ditunjukkan melalui berbagai program modernisasi dan optimalisasi manajemen yang dirancang untuk mendukung proses akreditasi institusional di tahun 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada tanggal 13 April 2026, Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari telah merumuskan strategi komprehensif yang melibatkan seluruh stakeholder internal kampus. Program ini tidak hanya fokus pada aspek infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sistem tata kelola aset yang transparan dan akuntabel, sejalan dengan standar akreditasi yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Kepala Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari, Drs. Sulaiman Bahrun, S.H., M.M., mengatakan bahwa peningkatan mutu pengelolaan aset kampus merupakan fondasi penting dalam meraih akreditasi institusional yang baik. “Kami memahami bahwa pengelolaan aset yang efektif dan efisien menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi akreditasi institusional. Oleh karena itu, kami telah merancang program komprehensif yang mencakup inventarisasi aset digital, peningkatan keamanan aset, serta modernisasi sistem pengelolaan yang lebih transparan,” ujarnya saat ditemui di kantor Unit Aset dan Kekayaan kampus, Senin (13/4/2026).
Menurut Bahrun, inventarisasi aset digital yang telah dilaksanakan sejak Januari 2026 menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga bulan April, Unit Aset dan Kekayaan telah berhasil mencatat dan mengverifikasi lebih dari 85% dari total aset kampus yang tersebar di seluruh gedung dan fasilitas Universitas Muhammadiyah Kendari. “Proses ini melibatkan koordinasi lintas unit, mulai dari Rektorat, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, hingga unit-unit penunjang lainnya. Transparansi dan akurasi data aset menjadi prioritas utama kami,” jelasnya lebih lanjut.
Program peningkatan mutu yang dilakukan Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari mencakup beberapa dimensi strategis. Pertama, adalah aspek inventarisasi dan dokumentasi aset yang komprehensif. Tim yang terdiri dari 15 orang staf profesional telah melakukan survei lapangan untuk memastikan setiap aset kampus tercatat dengan baik dalam sistem database terpusat. Sistem ini dibangun menggunakan teknologi informasi terkini yang memungkinkan akses real-time oleh pimpinan tingkat universitas dan pimpinan fakultas.
“Database aset kami kini terintegrasi dengan sistem informasi akademik universitas. Hal ini memudahkan verifikasi ketersediaan aset untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Misalnya, laboratorium, perpustakaan, studio, dan fasilitas olahraga dapat dipantau secara berkala untuk memastikan kondisinya tetap optimal,” ungkap Sulaiman Bahrun.
Kedua, Unit Aset dan Kekayaan telah mengembangkan protokol pemeliharaan aset yang lebih terstruktur. Setiap aset, terutama yang bernilai investasi besar seperti peralatan laboratorium, kendaraan operasional, dan perangkat pembelajaran teknologi tinggi, memiliki jadwal pemeliharaan preventif yang jelas. “Kami tidak lagi menunggu aset rusak untuk kemudian memperbaikinya. Pendekatan preventif ini terbukti dapat memperpanjang umur aset dan menghemat biaya operasional hingga 30%,” kata Bahrun dengan antusias.
Ketiga, adalah peningkatan sistem keamanan aset. Unit ini telah melakukan audit keamanan menyeluruh dan menerapkan sistem manajemen risiko yang lebih robust. Beberapa langkah konkret yang telah diambil termasuk pemasangan sistem monitoring dengan kamera CCTV di area-area strategis, pembaruan sistem akses terkontrol untuk ruang-ruang tertentu, dan penguatan prosedur pelaporan kehilangan atau kerusakan aset.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., dalam sambutannya saat pembukaan program peningkatan mutu Unit Aset dan Kekayaan pada awal April 2026, menekankan pentingnya peran unit ini dalam konteks akreditasi institusional. “Akreditasi institusional bukan hanya tentang program akademik berkualitas, tetapi juga tentang kelembagaan yang solid dan terkelola dengan baik. Unit Aset dan Kekayaan memainkan peran krusial dalam hal ini. Saya sangat apresiasi dengan komitmen dan dedikasi tim unit ini dalam melaksanakan program peningkatan mutu,” ujarnya.
Prof. Bambang Suryanto juga menambahkan bahwa investasi dalam modernisasi pengelolaan aset merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan kampus. “Dengan mengelola aset secara efisien, kami dapat mengalokasikan sumber daya lebih banyak untuk pengembangan akademik dan penelitian, yang pada akhirnya akan meningkatkan reputasi dan daya saing Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat nasional dan internasional,” katanya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Drs. Muhammad Amin, Ph.D., juga mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Unit Aset dan Kekayaan. Dalam wawancara khusus, Amin menyatakan bahwa ketersediaan fasilitas dan aset pembelajaran yang memadai adalah salah satu faktor yang secara signifikan mempengaruhi kualitas pembelajaran di kampus. “Ketika mahasiswa memiliki akses ke laboratorium yang lengkap, perpustakaan dengan koleksi buku yang memadai, dan fasilitas lainnya yang terawat dengan baik, hal ini secara positif berkontribusi pada pencapaian learning outcome yang lebih baik. Ini adalah investasi dalam mutu pendidikan kita,” ungkapnya.
Program peningkatan mutu Unit Aset dan Kekayaan juga melibatkan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Tim unit ini telah mengikuti serangkaian workshop dan seminar terkait manajemen aset perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga terkemuka. Bahrun menjelaskan, “Kami menyadari bahwa sumber daya manusia adalah aset paling berharga. Oleh karena itu, kami berinvestasi dalam meningkatkan kompetensi tim melalui pendidikan berkelanjutan. Tim kami telah mengikuti pelatihan tentang standar akreditasi BAN-PT, manajemen risiko, dan teknologi informasi untuk pengelolaan aset.”
Dampak positif dari program ini sudah mulai terlihat dalam berbagai aspek. Pertama, transparansi pengelolaan aset kampus meningkat signifikan. Para pemimpin unit akademik kini dapat dengan mudah melacak ketersediaan dan kondisi aset yang menjadi tanggungjawab mereka melalui portal informasi terintegrasi. Ini memfasilitasi perencanaan pengembangan unit yang lebih baik dan pengajuan kebutuhan aset yang lebih akurat.
Kedua, tingkat kepuasan stakeholder terhadap ketersediaan dan kualitas fasilitas kampus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan survei kepuasan internal yang dilakukan pada Februari 2026, 78% dosen dan mahasiswa menyatakan puas atau sangat puas dengan kondisi fasilitas dan aset pembelajaran di kampus. Angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 62%.
Ketiga, efisiensi biaya operasional untuk pemeliharaan aset meningkat. Dengan sistem preventive maintenance yang terstruktur, anggaran perbaikan aset darurat berkurang sebesar 25% dalam kuartal pertama tahun 2026. Dana yang dihemat ini dapat dialokasikan untuk investasi dalam pengembangan fasilitas baru dan peningkatan teknologi pembelajaran.
Strategi jangka menengah Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari juga mencakup rencana digitalisasi proses pengelolaan aset yang lebih lanjut. Dalam tahun akademik 2026/2027, unit ini merencanakan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang terintegrasi penuh dengan semua unit di kampus. Sistem ini akan memungkinkan otomasi proses permintaan aset, persetujuan, pencatatan, dan pelaporan dalam satu platform terpadu.
“Investasi dalam teknologi informasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional hingga 40% dan memberikan data yang lebih akurat untuk keperluan pelaporan akreditasi,” kata Bahrun sambil menunjukkan prototype sistem yang sedang dalam tahap pengembangan.
Kaitan langsung antara peningkatan pengelolaan aset dan akreditasi institusional tidak dapat diabaikan. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dalam standar akreditasinya memberikan bobot signifikan terhadap aspek pengelolaan sarana dan prasarana serta sumber daya lainnya. Universitas Muhammadiyah Kendari memahami bahwa untuk meraih akreditasi institusional yang lebih baik (ideally Grade A), pengelolaan aset yang excellent menjadi salah satu komponen penting yang tidak dapat diabaikan.
Direktur Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Husnul Khotimah, M.A., menegaskan bahwa Unit Aset dan Kekayaan telah menjadi bagian integral dari strategi penjaminan mutu institusional kampus. “Kami percaya bahwa akreditasi yang baik adalah hasil dari komitmen yang menyeluruh dan konsisten dari seluruh unit kampus. Unit Aset dan Kekayaan, melalui program peningkatan mutu ini, telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam mendukung tujuan kampus. Kami optimis bahwa kerja keras ini akan tercermin dalam hasil evaluasi akreditasi yang akan datang,” ujarnya.
Ke depannya, Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan dalam pengelolaan aset kampus. Program yang telah dimulai pada Januari 2026 ini direncanakan untuk terus berlanjut dan mengalami penyempurnaan hingga tercapai standar pengelolaan aset yang sesuai dengan best practice internasional.
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari dikenal tidak hanya karena kualitas akademiknya, tetapi juga karena pengelolaan institusionalnya yang baik. Aset kampus yang terawat dengan baik, fasilitas yang lengkap dan modern, serta sistem manajemen yang transparan adalah cerminan dari komitmen kami terhadap keunggulan. Ini adalah bagian dari perjalanan kami menuju Universitas Muhammadiyah Kendari yang lebih baik,” demikian harapan Sulaiman Bahrun dalam menutup sesi wawancara.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diambil oleh Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari, dapat dikatakan bahwa kampus ini sedang berada dalam fase transformasi positif menuju institusi pendidikan yang lebih berkualitas dan terkelola dengan baik. Program peningkatan mutu yang didukung penuh oleh kepemimpinan universitas ini diharapkan akan membawa dampak positif tidak hanya bagi proses akreditasi institusional, tetapi juga bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pengalaman civitas akademika secara keseluruhan di Universitas Muhammadiyah Kendari.
—
Penulis: Tim Jurnalis Kampus
Tanggal: 13 April 2026
Lokasi: Kendari