Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membuktikan komitmennya dalam menghasilkan mahasiswa berkualitas tinggi. Kali ini, tiga mahasiswa dari institusi pendidikan yang berlokasi di pusat kota Kendari tersebut berhasil meraih penghargaan bergengsi di tingkat nasional dan internasional dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata bahwa investasi kampus dalam pengembangan bakat dan akademik mahasiswa telah menghasilkan buah yang manis.
Pencapaian luar biasa ini diraih oleh mahasiswa dari berbagai program studi, mencakup Teknik Informatika, Manajemen, dan Pendidikan. Mereka berkompetisi melawan ribuan peserta dari universitas ternama se-Indonesia dan bahkan dari negara-negara tetangga. Kesuksesan ini bukan hanya tentang medali dan trofi, tetapi juga tentang kemampuan Universitas Muhammadiyah Kendari dalam menciptakan ekosistem akademik yang mendukung pengembangan potensi maksimal setiap mahasiswa.
Pencapaian Gemilang di Tingkat Nasional dan Internasional
Pertama, Reza Pratama, mahasiswa semester enam program studi Teknik Informatika, berhasil memenangkan kompetisi Coding Championship Indonesia (CCI) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesional Informatika Indonesia (APII) pada bulan Februari lalu. Kompetisi ini melibatkan lebih dari dua ribu peserta dari 450 universitas di seluruh nusantara. Dalam tiga babak pemilihan yang semakin ketat, Reza berhasil mengalahkan peserta-peserta tangguh dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.
“Kompetisi ini sangat ketat dan kompetitif. Saya harus menyelesaikan lima soal pemrograman dalam waktu lima jam dengan tingkat kesulitan yang terus meningkat,” ujar Reza Pratama saat ditemui di laboratorium komputer Universitas Muhammadiyah Kendari, Senin (10 April 2026). Prestasi Reza ini membawa penghargaan uang tunai senilai lima puluh juta rupiah dan kesempatan magang di perusahaan teknologi multinasional terkemuka.
Kedua, Siti Nurhaliza dan Muhammad Hidayat, dua mahasiswa program studi Manajemen tingkat akhir, meraih medali perak dalam kompetisi Entrepreneurship Asia Tenggara (EAST) 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada pertengahan Maret. Mereka berdua mempresentasikan ide bisnis inovatif berupa platform digital untuk pemberdayaan usaha kecil menengah (UMKM) lokal Sulawesi Tenggara. Ide mereka dinilai oleh panel juri internasional sebagai solusi yang tidak hanya bisnis tetapi juga mengandung dampak sosial yang signifikan.
“Kami sangat senang dan bangga bisa mewakili Universitas Muhammadiyah Kendari di tingkat internasional. Perjalanan ini dimulai dari proyek kuliah kami yang kemudian dikembangkan menjadi sebuah proposal bisnis yang komprehensif. Dukungan dosen pembimbing kami sangat luar biasa,” ungkap Siti Nurhaliza dengan antusiasme saat ditemui di kantor pusat kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada hari yang sama.
Ketiga, Nur Azizah, mahasiswa angkatan 2022 dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, meraih medali emas dalam ajang English Language Teaching Innovation Competition (ELTIC) 2026 yang diselenggarakan oleh Association of Southeast Asian Language Teachers (ASALT) pada minggu pertama April ini. Kompetisi ini menghadirkan peserta-peserta terbaik dari sepuluh negara Asia Tenggara dengan fokus pada inovasi pengajaran bahasa Inggris di era digital.
Nur Azizah memenangkan kompetisi dengan mempresentasikan metode pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dan gamifikasi untuk meningkatkan engagement siswa dalam belajar bahasa Inggris di sekolah-sekolah daerah tertinggal. Penelitiannya telah diuji di lima sekolah di Kendari dan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan motivasi belajar siswa.
“Saya sangat terinspirasi untuk mengembangkan inovasi ini ketika saya melihat langsung kondisi pembelajaran Bahasa Inggris di daerah. Saya ingin membuktikan bahwa teknologi bisa diakses dan bermanfaat untuk semua kalangan, tidak hanya untuk peserta didik di kota besar,” jelas Nur Azizah dengan mata yang berbinar ketika berbagi kisahnya.
Dukungan Penuh dari Institusi Kampus
Kesuksesan ketiga mahasiswa berprestasi ini tidak muncul begitu saja. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Aset dan Kekayaan serta berbagai unit akademik lainnya, telah menunjukkan komitmen serius dalam mendukung partisipasi mahasiswa di kompetisi-kompetisi bergengsi. Dari penyediaan fasilitas training, pendanaan, hingga konsultasi dengan dosen pembimbing yang berpengalaman, semuanya tersedia untuk memastikan mahasiswa bisa berlaga dengan persiapan maksimal.
Dr. H. Bambang Sutrisno, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan kebanggaannya terhadap pencapaian luar biasa ini. “Prestasi mahasiswa kami di tingkat nasional dan internasional ini adalah hasil dari kerja keras mereka sendiri, didukung oleh dedikasi para dosen dan fasilitas akademik yang kami sediakan. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus menjadi wadah pengembangan talenta terbaik di kawasan timur Indonesia,” kata Dr. Bambang Sutrisno dalam konferensi pers yang diadakan di Aula Utama kampus pada Selasa (11 April 2026).
Lebih lanjut, Ibu Dr. Siti Rahayu Utami, Kepala Unit Aset dan Kekayaan Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa unit tersebut telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan pengembangan akademik dan non-akademik mahasiswa. “Unit Aset dan Kekayaan kami tidak hanya mengelola aset fisik, tetapi juga bertanggung jawab dalam memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki akses yang adil terhadap fasilitas dan sumber daya yang mereka butuhkan untuk berprestasi. Kami percaya bahwa investasi pada mahasiswa adalah investasi untuk masa depan bangsa,” kata Dr. Rahayu Utami dengan penuh keyakinan.
Dukungan ini tidak hanya berbentuk finansial, tetapi juga dalam bentuk pemberian ruang dan waktu untuk latihan, serta pendampingan akademik intensif. Setiap mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi nasional atau internasional akan mendapatkan mentor yang ditunjuk khusus untuk membimbing mereka melalui setiap tahap persiapan.
Dampak Positif Bagi Ekosistem Kampus
Prestasi yang telah dicapai oleh Reza Pratama, Siti Nurhaliza, Muhammad Hidayat, dan Nur Azizah membawa dampak positif yang signifikan bagi seluruh ekosistem Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, pencapaian ini meningkatkan visibilitas dan reputasi kampus di tingkat nasional dan internasional. Banyak calon mahasiswa baru yang tertarik untuk bergabung dengan institusi yang terbukti menghasilkan lulusan berkualitas tinggi.
Kedua, prestasi mahasiswa ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk meraih pencapaian serupa. Sudah terdapat puluhan mahasiswa baru yang mendaftar untuk mengikuti berbagai kompetisi akademik setelah mendengar kabar kesuksesan teman-teman mereka. Universitas Muhammadiyah Kendari telah membentuk sebuah tim khusus bernama “Talent Development Center” yang akan membantu mengidentifikasi dan membina mahasiswa-mahasiswa berbakat untuk berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Ketiga, kesuksesan ini juga meningkatkan kepercayaan diri sivitas akademika kampus. Para dosen merasa dihargai karena dedikasi mereka dalam membimbing mahasiswa, dan staf administratif merasa bangga menjadi bagian dari institusi yang terus berkembang dan berprestasi.
Menariknya, ketiga mahasiswa berprestasi ini juga memiliki rencana yang jelas untuk tetap berkontribusi pada pengembangan Universitas Muhammadiyah Kendari. Reza Pratama berencana mendirikan komunitas coding untuk membantu mahasiswa lain yang tertarik dengan bidang informatika. Siti dan Hidayat akan membuka workshop tentang entrepreneurship, sementara Nur Azizah akan menjadi asisten peneliti dalam proyek pengembangan metode pembelajaran inovatif yang akan dilakukan kampus.
Persiapan dan Strategi Menuju Kesuksesan
Ketika ditanyakan tentang strategi persiapan mereka, ketiga mahasiswa berprestasi ini memberikan pandangan yang cukup inspiratif. Reza Pratama mengungkapkan bahwa dia memulai dengan menyelesaikan online courses dari platform terkemuka, kemudian melakukan latihan soal secara konsisten selama empat bulan sebelum kompetisi. “Disiplin dan konsistensi adalah kunci utama. Saya meluangkan waktu empat jam setiap hari untuk berlatih, bahkan ketika saya memiliki tugas kuliah yang berat,” kata Reza.
Siti dan Hidayat berbagi pengalaman bahwa mereka memulai dari observasi mendalam terhadap permasalahan yang dihadapi UMKM lokal. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk melakukan wawancara dan riset pasar sebelum akhirnya mengembangkan ide bisnis mereka. “Kami tidak hanya membuat ide yang terdengar bagus di atas kertas, tetapi ide yang benar-benar bisa diimplementasikan dan memiliki dampak nyata,” jelas Hidayat.
Sementara itu, Nur Azizah menekankan pentingnya kombinasi antara teori pendidikan dan praktik langsung di lapangan. Dia melakukan studi literatur mendalam tentang metode pembelajaran terkini, kemudian menguji-cobakan metodenya di sekolah-sekolah nyata untuk melihat efektivitasnya sebelum membawanya ke kompetisi internasional. “Penelitian yang baik harus didasarkan pada data dan bukti nyata, bukan hanya teori,” katanya.
Tantangan dan Pembelajaran Berharga
Meskipun meraih kesuksesan, ketiga mahasiswa ini juga menghadapi berbagai tantangan dalam perjalanan mereka. Reza Pratama mengakui bahwa ada banyak saat ketika dia merasa ingin menyerah karena soal-soal latihan terasa terlalu sulit. “Ada momen ketika saya tidak bisa menyelesaikan soal dalam waktu yang ditentukan, dan itu sangat menyakitkan. Tetapi saya belajar bahwa kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,” ungkapnya.
Siti dan Hidayat juga berbagi pengalaman mereka menghadapi ketidakpercayaan dari beberapa pihak yang meragukan viabilitas ide bisnis mereka. “Banyak orang yang bilang ide kami terlalu idealis atau tidak akan bisa profit. Tetapi kami tetap yakin dan terus mengembangkan ide kami berdasarkan feedback yang konstruktif,” tutur Siti dengan determinasi.
Nur Azizah berbagi tantangan dalam mengintegrasikan teknologi AI ke dalam metode pembelajaran, mengingat kendala infrastruktur di sekolah-sekolah daerah. Namun, dia berhasil mengatasinya dengan merancang sistem yang bisa bekerja bahkan dengan konektivitas internet yang terbatas. “Inovasi yang baik adalah inovasi yang bisa disesuaikan dengan konteks lokal,” katanya.
Harapan Menjelang Masa Depan
Dengan meraih prestasi di tingkat nasional dan internasional, ketiga mahasiswa berprestasi ini memiliki harapan yang besar untuk masa depan mereka dan kontribusi mereka bagi masyarakat. Reza Pratama berencana melanjutkan studi ke jenjang magister sambil tetap aktif dalam dunia kompetisi dan pengembangan talenta muda di bidang informatika. Dia juga mengekspresikan keinginannya untuk kembali ke Kendari dan membangun tech startup yang bisa membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda berbakat di daerah.
Siti dan Hidayat merencanakan untuk mengembangkan ide bisnis mereka menjadi sebuah startup yang sesungguhnya setelah mereka lulus nanti. Mereka telah mendapatkan beberapa penawaran dari investor untuk pendanaan awal. “Kami ingin membuktikan bahwa ide kami bukan hanya bagus di atas kertas, tetapi juga bisa menjadi bisnis yang menguntungkan dan berkelanjutan,” harap mereka.
Nur Azizah berencana untuk meneruskan pendidikan ke jenjang doktor dengan fokus pada penelitian pengajaran bahasa Inggris berbasis teknologi. Dia juga ingin melanjutkan program percobaannya di lebih banyak sekolah dan akhirnya mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal-jurnal internasional terkemuka.
Penutup: Komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari untuk Terus Berprestasi
Kesuksesan yang telah dicapai oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari ini adalah momentum yang sangat baik bagi institusi untuk terus meningkatkan standar kualitas pendidikan dan pengembangan akademik. Rektor Dr. H. Bambang Sutrisno dalam kesempatan terakhir mengungkapkan visi kampus untuk lima tahun ke depan.
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi universitas pilihan utama tidak hanya di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di kawasan timur Indonesia. Prestasi mahasiswa kami adalah bukti bahwa kami di jalur yang benar. Ke depannya, kami akan terus meningkatkan fasilitas, memperkuat kurikulum, dan memberikan dukungan maksimal bagi mahasiswa yang ingin mengejar prestasi tertinggi,” kata Dr. Bambang Sutrisno.
Dr. Siti Rahayu Utami dari Unit Aset dan Kekayaan juga menegaskan komitmen unitnya untuk terus memfasilitasi pengembangan mahasiswa. “Unit Aset dan