KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari (UMKD) melalui Unit Aset dan Kekayaan berhasil menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada hari Senin, 31 Maret 2026. Acara yang berlangsung di Lapangan Olahraga Terpadu UMKD, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari ini menghadirkan ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas untuk bersaing dalam berbagai cabang olahraga dan menampilkan keberagaman seni budaya nusantara.
Kegiatan tahunan yang kali ini mengusung tema “Solidaritas Mahasiswa dalam Kebhinekaan: Olahraga dan Seni sebagai Pemersatu” ini menjadi momentum penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara untuk merekatkan hubungan antar mahasiswa sekaligus menampilkan potensi bakat yang tersembunyi di kalangan generasi muda.
Latar Belakang dan Pentingnya Festival
Pelaksanaan Festival Olahraga dan Seni Budaya merupakan tradisi yang telah berjalan selama lebih dari sepuluh tahun di UMKD. Namun, kali ini festival mendapat perhatian khusus dari Unit Aset dan Kekayaan sebagai bagian dari program pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas kehidupan kampus.
Menurut informasi yang dihimpun, keputusan untuk menyelenggarakan festival skala besar ini diambil dalam rangka merespons kebutuhan mahasiswa akan ruang untuk mengekspresikan diri di luar akademik formal. Seiring dengan semakin dominannya aktivitas digital dan pembelajaran online pascapandemi, UMKD merasa perlu menghadirkan kembali kegiatan interaksi langsung yang melibatkan seluruh komunitas akademik.
“Kami percaya bahwa keseimbangan antara akademik, olahraga, dan pengembangan seni budaya adalah kunci untuk menciptakan mahasiswa yang berkarakter dan tangguh,” ujar Hendra Wijaya, Kepala Unit Aset dan Kekayaan UMKD, dalam sambutan pembukaan festival pada pukul 08.00 pagi.
Rangkaian Kegiatan yang Meriah
Festival yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi ini menampilkan lebih dari lima belas cabang olahraga yang meliputi sepak bola, bola voli, bulu tangkis, tenis meja, lari maraton mini, catur, dan olahraga tradisional seperti pencak silat dan tarik tambang.
Peserta yang terdiri dari mahasiswa program sarjana dan diploma dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan, Fakultas Kesehatan, dan Fakultas Hukum turut serta dengan antusiasme tinggi. Bahkan, beberapa mahasiswa rela mempersiapkan diri berbulan-bulan sebelumnya hanya untuk menorehkan prestasi terbaik mereka.
“Saya sudah latihan sepak bola sejak dua bulan lalu dengan teman-teman dari Fakultas Teknik. Ini kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa mahasiswa teknik tidak hanya pintar di teori, tapi juga di lapangan,” kata Rizki Pratama, mahasiswa Fakultas Teknik semester empat, dengan wajah bersemangat setelah timnya berhasil memenangkan pertandingan semifinal.
Selain cabang olahraga, festival juga menampilkan pertunjukan seni budaya yang memukau. Mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya dari Sulawesi, Jawa, Sumatera, dan Nusa Tenggara menampilkan tarian tradisional mereka masing-masing. Dari tarian Poco-poco khas Sulawesi Tenggara, Reog Ponorogo dari Jawa Timur, hingga Tari Piring dari Minangkabau semuanya memeriahkan panggung utama festival.
Selain tari-tarian tradisional, acara ini juga menampilkan pertunjukan musik modern dengan melibatkan band-band mahasiswa yang berbakat. Grup musik asal kampus seperti “Kendari Sound Project” dan “Muhammadiyah Harmony” memberikan penampilan spektakuler yang menggetarkan hati para penonton.
“Seni dan olahraga adalah bahasa universal yang tidak mengenal perbedaan. Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari adalah generasi yang memiliki komitmen terhadap kebhinekaan dan persatuan,” tambah Wijaya dalam wawancara khusus dengan media kampus.
Partisipasi Luas dan Antusiasme Tinggi
Data dari panitia penyelenggara menunjukkan bahwa lebih dari 800 mahasiswa terlibat langsung dalam festival ini, baik sebagai peserta aktif maupun sebagai panitia dan suporter. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan dengan edisi tahun lalu yang hanya mencapai 650 peserta.
Tidak hanya mahasiswa, festival juga menghadirkan kehadiran dari dosen, tenaga kependidikan, dan pejabat UMKD. Rektor UMKD, Prof. Dr. H. Saleh Moh., meninjau langsung berbagai cabang olahraga dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi.
“Saya sangat bangga melihat dedikasi dan semangat mahasiswa kami dalam kegiatan ini. Ini membuktikan bahwa UMKD bukan hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan keterampilan non-akademik yang mumpuni,” kata Rektor UMKD tersebut saat menutup acara pada pukul 17.00 sore.
Selain partisipasi internal kampus, festival juga mengundang tamu dari berbagai institusi terkait. Walikota Kendari, Mualim Amir, hadir untuk memberikan sambutan dan mendukung kegiatan yang dinilai positif bagi pengembangan generasi muda di kota Kendari.
Penghargaan dan Prestasi
Dalam malam penutupan festival, panitia memberikan penghargaan kepada para juara di setiap kategori. Untuk cabang sepak bola, juara pertama diraih oleh tim dari Fakultas Teknik dengan skor akhir 2-1 atas tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara untuk cabang bola voli putri, Fakultas Pendidikan berhasil menguasai podium tertinggi.
Tidak ketinggalan, penghargaan untuk kategori seni budaya diberikan kepada tiga kelompok tari tradisional terbaik, dengan juara pertama diraih oleh kelompok tari Poco-poco yang memadukan koreografi modern dengan gerakan tradisional Sulawesi Tenggara.
“Setiap penghargaan yang diberikan bukan semata-mata tentang siapa yang menang, tetapi lebih kepada apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan semangat tim yang ditunjukkan oleh setiap peserta,” jelas Dr. Siti Nurhaliza, Dekan Fakultas Pendidikan UMKD, yang menjadi salah satu anggota juri dalam perlombaan seni budaya.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan festival ini dipercaya membawa dampak positif bagi pengembangan kepribadian dan kompetensi soft skill mahasiswa. Dalam era kompetisi global yang semakin ketat, kemampuan bekerja sama tim, kepemimpinan, dan resiliensi menjadi semakin penting di samping penguasaan materi akademik.
Salah satu peserta, Nur Fadhillah dari Fakultas Kesehatan, mengungkapkan bahwa partisipasinya dalam festival memberikan pembelajaran berharga. “Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang individual achievement, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa berkolaborasi dan saling mendukung dengan teman-teman dari latar belakang yang berbeda,” katanya.
Dari sisi institusional, Unit Aset dan Kekayaan UMKD juga mendapat kepercayaan lebih dari pimpinan universitas untuk terus mengembangkan program-program serupa. Kepala Unit Aset dan Kekayaan menyatakan bahwa untuk tahun-tahun mendatang, mereka akan merencanakan festival yang lebih besar lagi dengan melibatkan komunitas lokal dan alumni UMKD.
“Kami juga sedang merencanakan untuk membuat dokumentasi video dari festival ini dan membagikannya melalui berbagai saluran media sosial UMKD. Dengan cara ini, masyarakat yang lebih luas bisa turut merasakan keseruan festival ini,” tambah Wijaya dalam diskusi perencanaan pasca-festival.
Komitmen UMKD terhadap Pengembangan Holistik Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diselenggarakan oleh Unit Aset dan Kekayaan UMKD mencerminkan komitmen institusi terhadap pengembangan mahasiswa secara holistik. Universitas tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga memberikan ruang yang luas untuk pengembangan aspek afektif dan psikomotor.
Hal ini sejalan dengan visi UMKD untuk menjadi universitas terkemuka yang menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi, memiliki integritas moral, dan peduli terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Universitas Muhammadiyah Kendari memahami bahwa dalam menghadapi tantangan global, mahasiswa memerlukan lebih dari sekadar ilmu pengetahuan. Mereka butuh kepercayaan diri, ketangguhan mental, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai situasi. Festival seperti ini adalah salah satu medium untuk mengembangkan soft skill tersebut,” ungkap Prof. Dr. H. Saleh Moh., Rektor UMKD, dalam pertemuan dengan media setelah festival.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diselenggarakan UMKD pada 31 Maret 2026 telah membuktikan bahwa kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya sekadar hiburan, melainkan investasi penting dalam pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda. Dengan lebih dari 800 peserta dan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh spektrum komunitas akademik, festival ini berhasil menciptakan suasana harmonis yang merekatkan solidaritas mahasiswa.
Ke depannya, dengan dukungan penuh dari pimpinan UMKD dan Unit Aset dan Kekayaan, diharapkan festival ini dapat terus berkembang menjadi ajang yang lebih besar dan lebih bermakna. Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada pembangunan sumber daya manusia berkualitas, UMKD membuktikan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang menyeimbangkan aspek akademik dengan pengembangan karakter dan kreativitas.
Sekali lagi, festival ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah kemajuan teknologi dan digitalisasi, nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, dan pengembangan bakat tetap menjadi fondasi penting dalam membangun generasi pemimpin masa depan yang berkualitas dan bermarwah.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan pengamatan langsung dan wawancara dengan berbagai pihak di Universitas Muhammadiyah Kendari pada 31 Maret 2026. Penulis berterima kasih kepada Unit Aset dan Kekayaan UMKD atas kesempatan meliput acara ini.